Jakarta - 29 Dec 00 08:25 WIB (Astaga.com)
Liburan ini membuat Anda akrab dengan pesawat terbang dan jet lag? Jangan
lagi,
karena kini ada cara-cara menghindarinya.
1. Cocokkan jam dengan waktu lokal.
Kalau tidak di pesawat, lakukan secepatnya persis pada saat kedatangan.
2. Ikuti gaya hidup penduduk lokal.
Maksudnya, makanlah pada jam makan lokal, bukannya pada jam makan waktu Anda
(atau kota/negara Anda) sendiri. Tidur saat malam tiba, dan bangun pada pagi
hari lokal.
3. Banyak minum di pesawat
Kabin pesawat sangat kering, dan mungkin saja menyebabkan Anda dehidrasi, dan
akhirnya memicu jet lag. Minumlah air dan jus, tapi hindari minuman berkafein
dan alkohol.
4. Hindari pesta perpisahan
Jet lag disebabkan oleh terganggunya jam internal tubuh yang akan mengatur
siklus tidur-bangun. Jam internal ini bakal terganggu oleh keletihan,
iritabilitas, dan pikiran yang samar. Maka, sebelum Anda terbang, tidurlah
paling sedikit 7 jam.
5. Bedakan zone
Kalau mau pergi ke arah timur, tidurlah sejam sebelum waktu tidur. Bila
terbang
ke arah barat, tidurlah sejam setelah waktu tidur.
6. Olahraga ringan
Olahraga pada pagi pertama Anda tiba di tujuan. Kalau bisa, berolahragalah di
bawah matahari, sebab paparan sinar mentari akan memperbaiki jam internal
tubuh
Anda.
7. Minum melatonin
Melatonin adalah hormon yang berfungsi mengatur kembali jam internal tubuh.
Bila terbang ke arah barat, telanlah 5 mg pada hari pertama bangun pagi, dan
keesokan paginya. Dua hari kemudian, telan dalam jumlah yang sama.
Bila terbang ke arah timur, telanlah 5 mg pada jam 3 sore, sehari sebelum dan
pada hari Anda berangkat. Bila Anda tiba, telan sebesar jumlah yang sama pada
jam 3 sore waktu lokal. Untuk 2 hari berikutnya, telanlah 1 jam sebelum jam 3
sore.
8.Diet anti-jet lag
Dua hari sebelum terbang, makanlah sarapan dan makan siang yang kaya-protein
(dengan telur, keju, dan daging) serta makan malam yang kaya hidrat arang
(nasi, kentang, atau pasta). Hari berikutnya, makanlah salad, buah-buahan, dan
jus. Pada hari kepergian, nikmati sarapan tinggi-protein. Bila Anda tiba di
tujuan larut malam, jangan makan apa pun sampai pagi tiba.
(berbagai sumber/hannie k.wardhanie)
Banner Ad
Text Ad
27 Oktober 2009
Kuman Tidak Mampu Melawan Madu !!
Ini merupakan judul sebuah artikel yang dimuat majalah Dis Lancet Infect edisi Februari 2003 yang ditulis oleh seorang Dr. Dixon, ia mengatakan: madu sangat kuat menguasai kuman. Sehingga tidak ada satu kuman pun yang sanggup berhadapan dengan madu.
Dr Dixon, merupakan seorang dari sekian banyak para ilmuwan yang diberi anugerah oleh Allah dapat mengkaji manfaat madu.
Yang menarik, penderita kencing manis, yang oleh para dokter diminta untuk tidak mengkonsumsi makanan atau minuman yang manis, termasuk madu. Karena, dianggap bisa menaikkan kadar gula dalam tubuh. Ternyata, menurut penelitian, anjuran itu tidak berlaku.
Madu, justru mampu menurunkan kadar gula di dalam darah orang yang terkena sakit gula. Beberapa penemuan membuktikan bahwa di dalam madu terdapat unsur oksidasi yang menjadi pengurai gula di dalam darah lebih mudah, yang tidak membuat kadar gula semakin bertambah tinggi.. Madu yang kaya dengan vitamin B1, B5 dan G, justru sangat diperlukan bagi penderita kencing manis. Karena, madu mengandung sekitar 100 unsur berbeda yang dianggap sangat urgen bagi tubuh manusia, khususnya bagi penderita diabtesi tersebut.
Seorang filsuf dan penulis Yunani, Athenaeus, menyatakan bahwa siapa saja yang rajin mengonsumsi madu setiap hari akan bebas dari penyakit selama hidupnya. Dia tidak mengada-ada karena di dalam madu memang termuat rupa-rupa nutrisi yang unik dan potensial untuk memelihara kesehatan dan kecantikan. Madu memiliki kekuatan menyembuhkan yang hebat.. Berbagai nutrisi yang dikandungnya telah lama dimanfaatkan untuk mengatasi luka bakar, menambah stamina, menaikkan gairah seksual, bahkan dapat mencegah kanker.
Cairan berwarna keemasan ini pun merupakan perawat keindahan kulit yang bermutu.
Seorang ilmuwan dari Universitas Illinois di Urbana, Amerika Serikat, menulis dalam Journal of Apicultural Research bahwa khasiat masing-masing madu bisa saja berbeda, namun semua jenis madu pasti mengandung antioksidan, seperti vitamin E dan vitamin C, yang sama kadarnya. Antioksidan tersebut diyakini mampu mencegah terjadinya kanker, penyakit jantung, dan penyakit lainnya.
Secara lebih rinci Prof. DR. H. Muhilal, pakar gizi dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Gizi Bogor, menguraikan tentang kandungan gizi madu.. Asam amino, karbohidrat, protein, beberapa jenis vitamin serta mineral adalah zat gizi dalam madu yang mudah diserap sel-sel tubuh. Asam amino bebas dalam madu mampu membantu penyembuhan penyakit, juga sebagai bahan pembentukan neurotransmitter atau senyawa yang berperan dalam mengoptimalkan fungsi otak. Madu juga mengandung zat antibiotik yang berguna untuk mengalahkan kuman patogen penyebab penyakit infeksi.
Karbohidrat madu termasuk tipe sederhana. Rata-rata komposisinya adalah 17,1 persen air; 82,4 persen karbohidrat total; 0,5 persen protein, asam amino, vitamin, dan mineral. Karbohidrat tersebut utamanya terdiri dari 38,5 persen fruktosa dan 31 persen glukosa. Sisanya, 12,9 persen karbohidrat yang terbuat dari maltose, sukrosa, dan gula lain. Sebagai karbohidrat, satu sendok makan madu dapat memasok energi sebanyak 64 kalori.
Berkat kekayaan zat gizinya, tak heran jika madu sejak zaman baheula digunakan sebagai obat. Bangsa Mesir kuno misalnya sudah memanfaatkan madu untuk mengobati luka bakar dan luka akibat benda tajam. Dalam penelitian ribuan tahun kemudian ditemukan sifat antiseptik ringan dan antimikrobial dari madu. Karena dapat menghambat pertumbuhan bakteri itulah, madu mampu mempercepat penyembuhan luka.
“Sifat antibakteri dari madu membantu mengatasi infeksi pada perlukaan dan aksi antiinflamasinya dapat mengurangi nyeri serta meningkatkan sirkulasi yang berpengaruh pada proses penyembuhan, ” kata Dr. Peter Molan dari University of Waikato, New Zealand , melalui situs kesehatan.
Madu juga merangsang tumbuhnya jaringan baru, sehingga selain mempercepat penyembuhan juga mengurangi timbulnya parut atau bekas luka pada kulit.
Sebuah studi terbaru menemukan kandungan antioksidan di dalam cairan
mujarab tersebut. Itu artinya madu ampuh untuk menangkal radikal bebas. Kita tahu bahwa radikal bebas menjadi penyebab terjadinya berbagai penyakit yang sulit dikontrol, salah satunya kanker.
Temuan tersebut mendorong para peneliti untuk mencari tahu lebih jauh tentang zat-zat antikanker yang dikandung madu. Diharapkan berbagai penelitian terkini akan semakin mengukuhkan khasiat madu yang sangat potensial untuk menghentikan penyebaran penyakit ganas..
Reputasi madu untuk mengatasi gangguan pernapasan masih tetap diakui.
Terutama untuk mengusir dahak atau cairan yang menyumbat saluran
pernapasan.
Masyarakat Yunani dan Romawi percaya khasiat madu sebagai dekongestan
(pelega hidung saat pilek).
Madu juga memiliki sifat sedatif (penenang) yang ringan. Maka itu
masyarakat tradisional sering membubuhkan madu pada segelas susu untuk
diminum sebelum tidur. Minuman ini membuat mereka rileks dan bisa segera
tidur nyenyak.
Hampir semua makanan manis akan merangsang otak untuk memproduksi endorfin
atau pembunuh nyeri alami di dalam tubuh. Tak terkecuali rasa manis alami
yang dihasilkan madu. Berkaitan dengan kadar fruktosanya yang tinggi,
membuat madu mempunyai efek laksatif atau pencahar yang ringan.
Efek lain dari madu yang dipercaya sejak lama, yakni sebagai aprodisiak
atau pembangkit gairah seksual. Istilah honeymoon (bulan madu) berasal
dari tradisi kuno masyarakat Eropa Utara, ketika pasangan pengantin baru
diharuskan mengonsumsi madu dan mead (minuman sejenis wine yang dibuat
dari fermentasi madu) yang diyakini bersifat aprodisiak tadi.
Madu juga memiliki aktivitas sebagai disinfektan ringan, sehingga mampu
menyembuhkan radang tenggorokan. Cairan manis ini juga bisa meningkatkan
produksi saliva atau cairan ludah yang dapat membantu mengatasi
tenggorokan yang kering atau teriritasi.
Para penyanyi opera pun gemar memanfaatkan madu untuk memelihara kondisi
tenggorokan mereka, supaya tetap bisa melantunkan lagu-lagu merdu. Segelas
air hangat dicampur lemon dan madu merupakan ramuan tradisional yang biasa
digunakan untuk mengikis radang tenggorokan.
Jika Anda ingin awet muda, tetap segar dan bugar walau sudah berusia tua,
selalu makan madu secara rutin. Demikian pesan pionir ilmu kedokteran
modern sekaligus filsuf Islam, Dr. Ibnu Sina.
Kaum perempuan di Mesir, Yunani, dan Rusia memang sudah memanfaatkan
madu sejak lama untuk memelihara kecantikan kulit muka agar tetap cantik
dan bersih. Juga untuk menghilangkan noda dan bintik-bintik hitam
(hiperpigmentasi) , serta mencegah keriput. Ramuan berupa 100 gram madu
dicampur 25 ml alkohol dan 25 ml air bersih bisa dicoba untuk merawat
keindahan kulit Anda.
Rasa madu sangat dipengaruhi oleh jenis bunga yang dikunjungi lebah untuk
diambil nektarnya (bahan pembuat madu). Saat ini bisa dijumpai berbagai
madu, seperti madu randu, madu klengkeng, madu asam, madu mangga, madu
apel, madu ceri, madu jeruk, madu peer, dan banyak lagi.
Apabila bunga yang dihinggapi lebah memiliki zat-zat racun, kemungkinan
besar madunya pun beracun. Lebah yang mengambil nektar dari bunga pohon
rhododendron misalnya, bisa memproduksi madu beracun. Bila dikonsumsi,
madu ini bisa menyebabkan kelumpuhan.
Beberapa tanaman, selain rhododendron, mengandung senyawa beracun dalam
nektarnya, antara lain azalea, andromeda, agave, atropa, datura,
euphorbia, kalmia, gelsemium, dan melaleuca. Madu beracun ini biasanya
merupakan madu liar.
Saat ini madu sudah banyak diproduksi yang tentunya mengembil
jenis-jenis tanaman yang selain tidak beracun juga bermanfaat bagi
kesehatan. Salah satu keunikan dari madu, meski memiliki rasa manis, tidak
begitu berbahaya dibanding gula.
Meski efeknya ringan dalam menaikkan gula darah dibanding sumber
karbohidrat lain, bagi diabetesi dianjurkan untuk tetap berkonsultasi ke
dokter bila mengonsumsinya.
Manis alami madu telah digunakan di Inggris hingga pertengahan abad ke-17,
untuk menambah nikmat rasa makanan dan minuman. Sayang kebiasaan ini
kemudian berubah ketika orang mulai memproduksi gula. Butiran putih ini
dianggap lebih berkelas dan hanya golongan berstatus sosial tinggilah yang
mampu menjangkaunya.
Namun, di akhir abad ke-17 gula semakin meluas pemakaiannya, tak hanya
terbatas pada kalangan atas. Keluarga kerajaan pun kembali pada kebiasaan
semula, yakni menyantap roti yang diolesi madu berkualitas tinggi
tentunya.
Tak ada salahnya bila kita mencontoh gaya hidup ala Ratu Inggris, sarapan
madu setiap hari.
Dr Dixon, merupakan seorang dari sekian banyak para ilmuwan yang diberi anugerah oleh Allah dapat mengkaji manfaat madu.
Yang menarik, penderita kencing manis, yang oleh para dokter diminta untuk tidak mengkonsumsi makanan atau minuman yang manis, termasuk madu. Karena, dianggap bisa menaikkan kadar gula dalam tubuh. Ternyata, menurut penelitian, anjuran itu tidak berlaku.
Madu, justru mampu menurunkan kadar gula di dalam darah orang yang terkena sakit gula. Beberapa penemuan membuktikan bahwa di dalam madu terdapat unsur oksidasi yang menjadi pengurai gula di dalam darah lebih mudah, yang tidak membuat kadar gula semakin bertambah tinggi.. Madu yang kaya dengan vitamin B1, B5 dan G, justru sangat diperlukan bagi penderita kencing manis. Karena, madu mengandung sekitar 100 unsur berbeda yang dianggap sangat urgen bagi tubuh manusia, khususnya bagi penderita diabtesi tersebut.
Seorang filsuf dan penulis Yunani, Athenaeus, menyatakan bahwa siapa saja yang rajin mengonsumsi madu setiap hari akan bebas dari penyakit selama hidupnya. Dia tidak mengada-ada karena di dalam madu memang termuat rupa-rupa nutrisi yang unik dan potensial untuk memelihara kesehatan dan kecantikan. Madu memiliki kekuatan menyembuhkan yang hebat.. Berbagai nutrisi yang dikandungnya telah lama dimanfaatkan untuk mengatasi luka bakar, menambah stamina, menaikkan gairah seksual, bahkan dapat mencegah kanker.
Cairan berwarna keemasan ini pun merupakan perawat keindahan kulit yang bermutu.
Seorang ilmuwan dari Universitas Illinois di Urbana, Amerika Serikat, menulis dalam Journal of Apicultural Research bahwa khasiat masing-masing madu bisa saja berbeda, namun semua jenis madu pasti mengandung antioksidan, seperti vitamin E dan vitamin C, yang sama kadarnya. Antioksidan tersebut diyakini mampu mencegah terjadinya kanker, penyakit jantung, dan penyakit lainnya.
Secara lebih rinci Prof. DR. H. Muhilal, pakar gizi dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Gizi Bogor, menguraikan tentang kandungan gizi madu.. Asam amino, karbohidrat, protein, beberapa jenis vitamin serta mineral adalah zat gizi dalam madu yang mudah diserap sel-sel tubuh. Asam amino bebas dalam madu mampu membantu penyembuhan penyakit, juga sebagai bahan pembentukan neurotransmitter atau senyawa yang berperan dalam mengoptimalkan fungsi otak. Madu juga mengandung zat antibiotik yang berguna untuk mengalahkan kuman patogen penyebab penyakit infeksi.
Karbohidrat madu termasuk tipe sederhana. Rata-rata komposisinya adalah 17,1 persen air; 82,4 persen karbohidrat total; 0,5 persen protein, asam amino, vitamin, dan mineral. Karbohidrat tersebut utamanya terdiri dari 38,5 persen fruktosa dan 31 persen glukosa. Sisanya, 12,9 persen karbohidrat yang terbuat dari maltose, sukrosa, dan gula lain. Sebagai karbohidrat, satu sendok makan madu dapat memasok energi sebanyak 64 kalori.
Berkat kekayaan zat gizinya, tak heran jika madu sejak zaman baheula digunakan sebagai obat. Bangsa Mesir kuno misalnya sudah memanfaatkan madu untuk mengobati luka bakar dan luka akibat benda tajam. Dalam penelitian ribuan tahun kemudian ditemukan sifat antiseptik ringan dan antimikrobial dari madu. Karena dapat menghambat pertumbuhan bakteri itulah, madu mampu mempercepat penyembuhan luka.
“Sifat antibakteri dari madu membantu mengatasi infeksi pada perlukaan dan aksi antiinflamasinya dapat mengurangi nyeri serta meningkatkan sirkulasi yang berpengaruh pada proses penyembuhan, ” kata Dr. Peter Molan dari University of Waikato, New Zealand , melalui situs kesehatan.
Madu juga merangsang tumbuhnya jaringan baru, sehingga selain mempercepat penyembuhan juga mengurangi timbulnya parut atau bekas luka pada kulit.
Sebuah studi terbaru menemukan kandungan antioksidan di dalam cairan
mujarab tersebut. Itu artinya madu ampuh untuk menangkal radikal bebas. Kita tahu bahwa radikal bebas menjadi penyebab terjadinya berbagai penyakit yang sulit dikontrol, salah satunya kanker.
Temuan tersebut mendorong para peneliti untuk mencari tahu lebih jauh tentang zat-zat antikanker yang dikandung madu. Diharapkan berbagai penelitian terkini akan semakin mengukuhkan khasiat madu yang sangat potensial untuk menghentikan penyebaran penyakit ganas..
Reputasi madu untuk mengatasi gangguan pernapasan masih tetap diakui.
Terutama untuk mengusir dahak atau cairan yang menyumbat saluran
pernapasan.
Masyarakat Yunani dan Romawi percaya khasiat madu sebagai dekongestan
(pelega hidung saat pilek).
Madu juga memiliki sifat sedatif (penenang) yang ringan. Maka itu
masyarakat tradisional sering membubuhkan madu pada segelas susu untuk
diminum sebelum tidur. Minuman ini membuat mereka rileks dan bisa segera
tidur nyenyak.
Hampir semua makanan manis akan merangsang otak untuk memproduksi endorfin
atau pembunuh nyeri alami di dalam tubuh. Tak terkecuali rasa manis alami
yang dihasilkan madu. Berkaitan dengan kadar fruktosanya yang tinggi,
membuat madu mempunyai efek laksatif atau pencahar yang ringan.
Efek lain dari madu yang dipercaya sejak lama, yakni sebagai aprodisiak
atau pembangkit gairah seksual. Istilah honeymoon (bulan madu) berasal
dari tradisi kuno masyarakat Eropa Utara, ketika pasangan pengantin baru
diharuskan mengonsumsi madu dan mead (minuman sejenis wine yang dibuat
dari fermentasi madu) yang diyakini bersifat aprodisiak tadi.
Madu juga memiliki aktivitas sebagai disinfektan ringan, sehingga mampu
menyembuhkan radang tenggorokan. Cairan manis ini juga bisa meningkatkan
produksi saliva atau cairan ludah yang dapat membantu mengatasi
tenggorokan yang kering atau teriritasi.
Para penyanyi opera pun gemar memanfaatkan madu untuk memelihara kondisi
tenggorokan mereka, supaya tetap bisa melantunkan lagu-lagu merdu. Segelas
air hangat dicampur lemon dan madu merupakan ramuan tradisional yang biasa
digunakan untuk mengikis radang tenggorokan.
Jika Anda ingin awet muda, tetap segar dan bugar walau sudah berusia tua,
selalu makan madu secara rutin. Demikian pesan pionir ilmu kedokteran
modern sekaligus filsuf Islam, Dr. Ibnu Sina.
Kaum perempuan di Mesir, Yunani, dan Rusia memang sudah memanfaatkan
madu sejak lama untuk memelihara kecantikan kulit muka agar tetap cantik
dan bersih. Juga untuk menghilangkan noda dan bintik-bintik hitam
(hiperpigmentasi) , serta mencegah keriput. Ramuan berupa 100 gram madu
dicampur 25 ml alkohol dan 25 ml air bersih bisa dicoba untuk merawat
keindahan kulit Anda.
Rasa madu sangat dipengaruhi oleh jenis bunga yang dikunjungi lebah untuk
diambil nektarnya (bahan pembuat madu). Saat ini bisa dijumpai berbagai
madu, seperti madu randu, madu klengkeng, madu asam, madu mangga, madu
apel, madu ceri, madu jeruk, madu peer, dan banyak lagi.
Apabila bunga yang dihinggapi lebah memiliki zat-zat racun, kemungkinan
besar madunya pun beracun. Lebah yang mengambil nektar dari bunga pohon
rhododendron misalnya, bisa memproduksi madu beracun. Bila dikonsumsi,
madu ini bisa menyebabkan kelumpuhan.
Beberapa tanaman, selain rhododendron, mengandung senyawa beracun dalam
nektarnya, antara lain azalea, andromeda, agave, atropa, datura,
euphorbia, kalmia, gelsemium, dan melaleuca. Madu beracun ini biasanya
merupakan madu liar.
Saat ini madu sudah banyak diproduksi yang tentunya mengembil
jenis-jenis tanaman yang selain tidak beracun juga bermanfaat bagi
kesehatan. Salah satu keunikan dari madu, meski memiliki rasa manis, tidak
begitu berbahaya dibanding gula.
Meski efeknya ringan dalam menaikkan gula darah dibanding sumber
karbohidrat lain, bagi diabetesi dianjurkan untuk tetap berkonsultasi ke
dokter bila mengonsumsinya.
Manis alami madu telah digunakan di Inggris hingga pertengahan abad ke-17,
untuk menambah nikmat rasa makanan dan minuman. Sayang kebiasaan ini
kemudian berubah ketika orang mulai memproduksi gula. Butiran putih ini
dianggap lebih berkelas dan hanya golongan berstatus sosial tinggilah yang
mampu menjangkaunya.
Namun, di akhir abad ke-17 gula semakin meluas pemakaiannya, tak hanya
terbatas pada kalangan atas. Keluarga kerajaan pun kembali pada kebiasaan
semula, yakni menyantap roti yang diolesi madu berkualitas tinggi
tentunya.
Tak ada salahnya bila kita mencontoh gaya hidup ala Ratu Inggris, sarapan
madu setiap hari.
Kopi Bikin Dada Perempuan Mengecil
Jakarta Konsumsi kopi ternyata berdampak pada bentuk tubuh perempuan. Sebuah penelitian membuktikan bahwa konsumsi kopi dapat membuat ukuran dada perempuan lebih kecil.
Penelitian itu dilakukan oleh para peneliti asal Swedia dari Universitas Lund. Adalah Helena Jernstrom, seorang ahli tumor yang memimpin penelitian. Awalnya penelitian ini betujuan untuk mengetahui pengaruh kopi bagi para perempuan.
Hasilnya cukup menggembirakan. Karena ternyata konsumsi kopi tiga cangkir sehari dapat mengurangi risiko kanker payudara pada perempuan. Namun dalam penelitian itu, bukan hanya hal tersebut yang di dapat. Dalam penelitian tersebut juga terungkap bahwa kopi mempengaruhi ukuran dada perempuan. Demikian kutip detikhot dari Thelocal, Selasa (21/10/2008).
Dari penelitian terungkap bahwa kopi juga bisa membuat ukuran dada perempuan lebih kecil. Perempuan dengan berat badan yang normal namun memiliki payudara yang besar biasanya memiliki jumlah Mammary Gland (zat penghasil susu .red) yang banyak. Jumlah mammary gland tersebut yang biasanya menaikkan risiko kanker payudara.
Konsumsi kopi secara teratur dapat mengurangi jumlah mammary gland tersebut. Namun hal tersebut otomatis juga membuat ukuran payudara jadi lebih kecil.
Penelitian itu dilakukan oleh para peneliti asal Swedia dari Universitas Lund. Adalah Helena Jernstrom, seorang ahli tumor yang memimpin penelitian. Awalnya penelitian ini betujuan untuk mengetahui pengaruh kopi bagi para perempuan.
Hasilnya cukup menggembirakan. Karena ternyata konsumsi kopi tiga cangkir sehari dapat mengurangi risiko kanker payudara pada perempuan. Namun dalam penelitian itu, bukan hanya hal tersebut yang di dapat. Dalam penelitian tersebut juga terungkap bahwa kopi mempengaruhi ukuran dada perempuan. Demikian kutip detikhot dari Thelocal, Selasa (21/10/2008).
Dari penelitian terungkap bahwa kopi juga bisa membuat ukuran dada perempuan lebih kecil. Perempuan dengan berat badan yang normal namun memiliki payudara yang besar biasanya memiliki jumlah Mammary Gland (zat penghasil susu .red) yang banyak. Jumlah mammary gland tersebut yang biasanya menaikkan risiko kanker payudara.
Konsumsi kopi secara teratur dapat mengurangi jumlah mammary gland tersebut. Namun hal tersebut otomatis juga membuat ukuran payudara jadi lebih kecil.
Komplikasi incar penderita Diabetes Tipe 1
oleh : Brigitta Widawati
satumed.com - Awas, komplikasi kesehatan --mulai dari kerusakan saraf hingga resiko jantung ataupun penyakit ginjal-- mengincar mereka yang menderita diabetes. Penelitian baru sekarang ini menunjukkan bahwa mereka yang menderita diabetes tipe 1 -- biasanya orang muda-– memiliki resiko komplikasi yang jauh lebih besar dibandingkan penderita diabetes lainnya.
Penderita diabetes tipe 1 lebih banyak mengalami gangguan kesehatan dan lebih banyak mengeluarkan biaya perawatan kesehatan, demikian dilaporkan oleh para peneliti dalam Archives of Internal Medicine edisi 28 Mei. Di Amerika sendiri, jumlah penderita diabetes tipe 2 lebih banyak ketimbang diabetes tipe 1.
Dalam suatu penelitian terhadap sekitar 13.600 penderita, para peneliti menemukan bahwa dibandingkan dengan populasi umum dan dengan penderita diabetes tipe 2, mereka yang menderita diabetes tipe 1 memiliki tingkat serangan jantung, gagal jantung dan bedah jantung yang lebih tinggi.
Diabetes tipe 1 sering disebut diabetes juvenile karena biasanya muncul pada masa kanak-kanak atau remaja. Baik diabetes tipe 1 maupun tipe 2 sama-sama ditandai dengan ketidakmampuan hormon insulin untuk mengendalikan tingkat gula darah dalam tubuh. Dalam diabetes tipe 1, pankreas tidak menghasilkan insulin karena sistem imunitas menyerang sel-sel penghasil insulin. Orang yang menderita penyakit ini harus mendapatkan suntikan insulin setiap harinya untuk menyambung hidupnya.
Diabetes tipe 2 terjadi saat tubuh semakin resisten terhadap insulin; pankreas menghasilkan hormon, tapi tubuh tak dapat menggunakan insulin yang dihasilkan. Penyakit ini sangat terkait dengan obesitas, dan sebagian orang dapat mengendalikan kondisi ini melalui penurunan berat badan, perbaikan makanan dan menggenjot aktivitas olahraga – meskipun banyak yang mesti memakai obat dan insulin.
Meskipun orang yang mengidap kedua tipe diabetes menghadapi resiko gangguan jantung yang besar, penderita diabetes tipe 1 mungkin lebih rentan, demikian dikemukakan oleh tim peneliti dibawah pimpinan Dr. Sarah B. Laditka dari State University of New York Institute of Technology di Utica/Roma.
“Temuan kami menunjukkan bahwa orang yang menderita diabetes tipe 1 memiliki risiko yang jauh lebih tinggi terhadap komplikasi serius dibandingkan mereka yang menderita diabetes 2.”
Dalam temuan tersebut, pada tahun lalu, mereka yang menderita diabetes tipe 2 memiliki kecenderungan 3 kali lebih besar untuk menjalani rawat inap --dibandingkan dengan populai umum-- namun penderita diabetes tipe 1 memiliki kecenderungan hampir 9 kali lipat. Penderita tipe 2 mengalami peningkatan risiko gagal jantung 5 kali lipat, sementara penderita diabeties tipe 1 mengalami peningkatan 22 kali lipat.
Malahan, orang yang menderita diabetes tipe 1 memiliki risiko komplikasi yang jauh lebih tinggi , mulai dari stroke hingga infeksi dan patah tulang. Hal ini terlepas dari kenyataan bahwa penderita diabetes tipe 1, rata-rata, sedikit lebih muda ketimbang mereka yang menderita tipe 2 – kurang lebih 46 tahun berbanding 51 tahun.
Menurut tim Laditka, dari temuan ini, bisa memungkinkan dikembangkannya perawatan yang lebih baik bagi penderita diabetes yang memiliki risiko komplikasi terbesar.
Disarankan bagi kalangan dokter untuk lebih menekankan pada usaha pencegahan gangguan kesehatan lebih lanjut pada penderita diabetes tipe 1.
satumed.com - Awas, komplikasi kesehatan --mulai dari kerusakan saraf hingga resiko jantung ataupun penyakit ginjal-- mengincar mereka yang menderita diabetes. Penelitian baru sekarang ini menunjukkan bahwa mereka yang menderita diabetes tipe 1 -- biasanya orang muda-– memiliki resiko komplikasi yang jauh lebih besar dibandingkan penderita diabetes lainnya.
Penderita diabetes tipe 1 lebih banyak mengalami gangguan kesehatan dan lebih banyak mengeluarkan biaya perawatan kesehatan, demikian dilaporkan oleh para peneliti dalam Archives of Internal Medicine edisi 28 Mei. Di Amerika sendiri, jumlah penderita diabetes tipe 2 lebih banyak ketimbang diabetes tipe 1.
Dalam suatu penelitian terhadap sekitar 13.600 penderita, para peneliti menemukan bahwa dibandingkan dengan populasi umum dan dengan penderita diabetes tipe 2, mereka yang menderita diabetes tipe 1 memiliki tingkat serangan jantung, gagal jantung dan bedah jantung yang lebih tinggi.
Diabetes tipe 1 sering disebut diabetes juvenile karena biasanya muncul pada masa kanak-kanak atau remaja. Baik diabetes tipe 1 maupun tipe 2 sama-sama ditandai dengan ketidakmampuan hormon insulin untuk mengendalikan tingkat gula darah dalam tubuh. Dalam diabetes tipe 1, pankreas tidak menghasilkan insulin karena sistem imunitas menyerang sel-sel penghasil insulin. Orang yang menderita penyakit ini harus mendapatkan suntikan insulin setiap harinya untuk menyambung hidupnya.
Diabetes tipe 2 terjadi saat tubuh semakin resisten terhadap insulin; pankreas menghasilkan hormon, tapi tubuh tak dapat menggunakan insulin yang dihasilkan. Penyakit ini sangat terkait dengan obesitas, dan sebagian orang dapat mengendalikan kondisi ini melalui penurunan berat badan, perbaikan makanan dan menggenjot aktivitas olahraga – meskipun banyak yang mesti memakai obat dan insulin.
Meskipun orang yang mengidap kedua tipe diabetes menghadapi resiko gangguan jantung yang besar, penderita diabetes tipe 1 mungkin lebih rentan, demikian dikemukakan oleh tim peneliti dibawah pimpinan Dr. Sarah B. Laditka dari State University of New York Institute of Technology di Utica/Roma.
“Temuan kami menunjukkan bahwa orang yang menderita diabetes tipe 1 memiliki risiko yang jauh lebih tinggi terhadap komplikasi serius dibandingkan mereka yang menderita diabetes 2.”
Dalam temuan tersebut, pada tahun lalu, mereka yang menderita diabetes tipe 2 memiliki kecenderungan 3 kali lebih besar untuk menjalani rawat inap --dibandingkan dengan populai umum-- namun penderita diabetes tipe 1 memiliki kecenderungan hampir 9 kali lipat. Penderita tipe 2 mengalami peningkatan risiko gagal jantung 5 kali lipat, sementara penderita diabeties tipe 1 mengalami peningkatan 22 kali lipat.
Malahan, orang yang menderita diabetes tipe 1 memiliki risiko komplikasi yang jauh lebih tinggi , mulai dari stroke hingga infeksi dan patah tulang. Hal ini terlepas dari kenyataan bahwa penderita diabetes tipe 1, rata-rata, sedikit lebih muda ketimbang mereka yang menderita tipe 2 – kurang lebih 46 tahun berbanding 51 tahun.
Menurut tim Laditka, dari temuan ini, bisa memungkinkan dikembangkannya perawatan yang lebih baik bagi penderita diabetes yang memiliki risiko komplikasi terbesar.
Disarankan bagi kalangan dokter untuk lebih menekankan pada usaha pencegahan gangguan kesehatan lebih lanjut pada penderita diabetes tipe 1.
Kiat Agar Tubuh Tetap Bugar
02 Jul 00 13:31 WIB (Astaga.com)
Menjaga tubuh tetap bugar sebetulnya tak sulit, lho! Selain menjaga diet
seimbang, lakukan olah raga secara teratur dan disiplin.
Cobalah contoh program berikut ini :
1. Meningkatkan Daya Tahan Tubuh
Senin : Jalan cepat 30 menit, kemudian 20 menit latihan beban.
Selasa: Istirahat
Rabu : Bersepeda (di luar/dalam ruangan) selama 30-40 menit. Tingkatkan
kecepatan secara bertahap untuk membangun kebugaran jantung.
Kamis : Berenang selama 30-40 menit. Kalau perlu, gunakan jaket/kaki
pelampung untuk melatih kekuatan/daya tahan kaki.
Jumat : Istirahat
Sabtu : Jalan kaki 45 menit
Minggu: Istirahat/jalan kaki/aerobik ringan, pilih sesuai keinginan.
2. Meningkatkan Kekuatan Otot
Senin :Jalan kaki (20-30 menit), kemudian 20 menit lagi latihan beban.
Selasa : Istirahat
Rabu : 30-45 menit olah raga yang menggunakan otot major : tenis, squash,
golf, atau soft ball
Kamis : Renang (20-30 menit), kemudian latihan beban atau senam kalistenik
selama 20 menit.
Jumat : Istirahat
Sabtu : Jalan kaki (20-30 menit), kemudian 20 menit latihan beban atau
senam kalistenik
Minggu: Istirahat/latihan ringan bila perlu. Seperti membersihkan rumah, cuci
mobil, atau menyedot debut.
(berbagai sumber/susandijani)
Menjaga tubuh tetap bugar sebetulnya tak sulit, lho! Selain menjaga diet
seimbang, lakukan olah raga secara teratur dan disiplin.
Cobalah contoh program berikut ini :
1. Meningkatkan Daya Tahan Tubuh
Senin : Jalan cepat 30 menit, kemudian 20 menit latihan beban.
Selasa: Istirahat
Rabu : Bersepeda (di luar/dalam ruangan) selama 30-40 menit. Tingkatkan
kecepatan secara bertahap untuk membangun kebugaran jantung.
Kamis : Berenang selama 30-40 menit. Kalau perlu, gunakan jaket/kaki
pelampung untuk melatih kekuatan/daya tahan kaki.
Jumat : Istirahat
Sabtu : Jalan kaki 45 menit
Minggu: Istirahat/jalan kaki/aerobik ringan, pilih sesuai keinginan.
2. Meningkatkan Kekuatan Otot
Senin :Jalan kaki (20-30 menit), kemudian 20 menit lagi latihan beban.
Selasa : Istirahat
Rabu : 30-45 menit olah raga yang menggunakan otot major : tenis, squash,
golf, atau soft ball
Kamis : Renang (20-30 menit), kemudian latihan beban atau senam kalistenik
selama 20 menit.
Jumat : Istirahat
Sabtu : Jalan kaki (20-30 menit), kemudian 20 menit latihan beban atau
senam kalistenik
Minggu: Istirahat/latihan ringan bila perlu. Seperti membersihkan rumah, cuci
mobil, atau menyedot debut.
(berbagai sumber/susandijani)
09 Oktober 2009
Khasiat Teh
Ternyata TEH bukan barang sepele, bila diminum secara teratur dan terus
menerus, sangat berguna bagi kesehatan.
1. MENGURANGI TEKANAN DARAH TINGGI
* Kandungan mineral Kalium (K) lebih besar dari mineral NAtrium (Na)
* Teh mengandung inhibitor untuk enzym yang menstimulir Tekanan Darah.
-->Bukan berarti tidak bagus untuk mereka yang tekanan darahnya
rendah, karena teh berfungsi menstimulir gangguan terhadap tekanan darah.
2. MENGURANGI ATAU MENCEGAH RESIKO PENYAKITJANTUNG
* Unsur serat yang terdapat pada teh mampu menurunkan kadar Cholesterol
(Artherisclerosis) yang memicu penyakit jantung berkurang.
* Mineral Cu dan Mn, antioxidan dan Flavonoid pada teh mampu menekan dan
memusnahkan serangan radikal bebas yangdapat menyebabkan serangan
jantung.
3. MENCEGAH ATAU MENGURANGI RESIKO KANKER (PANKREAS, KULIT, HATI, DLL)
* Adanya zat anti mutagen pada teh (antioxidan, falvonoid) sehingga
mencegah dan menekan pertumbuhan sel kanker.
* Cu, Mn, antioxi dan flavinoid menngkal serangan radikal bebas yang
merangsang tumbuhnya kanker.
4. MEMELIHARA KESEHATAN GIGI DAN MENCEGAH KARIES
* Kadar Flour dan Polifenol yang cukup tinggi pada teh merupakan unsur
penting untuk kesehatan, mencegah plak dan mengacaukan aktivitas bakteri
penyebab karies.
--> Bila bepergian dan tidak sempat sikat gigi, sebelum tidur ada
baiknya berkumur dengan teh tawar hangat.
--> Jika mulut bayi banyak terdapat selaput/lendir putih pada saat
bangun tidur, bersihkan mulut dan bibir si bayi dengan jari anda
yang dibungkus kapas, dan celupkan dalam teh basi.
5. MENURUNKAN BERAT BADAN (REDUCING DIET)
* Kandungan serat yang tinggi pada teh menyebabkan paparan zat gizi
dengan system pencernaan dalam tubuh menjadi singkat, akibatnya zat
gizi yang berhasil diserap tubuh menjadi sedikit.
* Diuretik efek, sehingga pengeluaran cairan menjadi lancar.
6. MENINGKATKAN DAYA TAHAN TUBUH
* Teh mengandung zat gizi yang bersifat antioxidan dan zat lainnya
yang bersifat antimutagen
7. DISINFEKTAN
* Khususnya dalam menghambat dan mematikan bakteri penyebab karies gigi
8. MEMPERLAMBAT PROSES PENUAAN
* Kandungan Antioxidan menyebabkan umur hidup sel tubuh menjadi lebih
panjang dan regenerasi sel berlangsung lebih lancar. Hal ini dapat
meningkatkan umur harapan hidup.
--> Juga dapat disimak lebih lanjut tentang kebiasaan membasuh muka
dengan teh basi sebagai usaha untuk membuat kulit muka halus, cerah
dan bebas jerawat
9. MENGATASI STRES
* Kandungan antioxidan menyebabkan umur hidup sel tubuh menjadi lebih
panjang dan regenerasi sel berlangsung lebih lancar. Hal ini dapat
meningkatkan umur harapan hidup.
--> orang Jepang dan Inggris terkenal berusia panjang karena kebiasaan
minum teh
10. MENCEGAH PENDARAHAN YANG BERKEPANJANGAN AKIBAT LUKA
* Kandungan vitamin K yang cukup tinggi pada teh yang berfungsi dalam
pembekuan darah mampu mencegah pendarahan yang berkepanjangan karena
luka.
--> Jika anak kecil anda jatuh dan terluka, jika tidak tersedia betadin,
luka bisa dibersihkan dengan air teh yang pekat dan hangat.
11. PENGENDALIAN KADAR GULA
* Mineral Mn yang banyak terdapat pada teh berperan sebagai Co-enzym
dalam metabolisme gula,sehingga proses pembentukan energi lancar.
--> Jika orang lemas karena sakit atau kelelahan, bisa diberi teh
hangat. Faktor manis yang biasanya diberikan, merupakan perangsang
supaya bisa minum dalam jumlah banyak.
12. PENGOBATAN MIGRAIN ATAU SAKIT KEPALA
* Berbagai alkaloid yang terkandung pada teh dapat berperan dalam proses
pengobatan migrain.
13. PENGOBATAN DIARE
* Unsur serat pada teh mampu menyerap cairan, sehingga dapat digunakan
untuk mengatasi diare.
---> Secara tradisional telah terbukti manfaatnya (teh kental)
14. PENGOBATAN AIDS
* Diduga Asam Tanoat yang terdapat dalam teh menghambat reaksi kimia
RNA dengan HIV
* Zat antioxidan yagterdapat dalam teh dapat meningkatkan daya tahan
tubuh.
( Kutipan dari Kesimpulan hasil seminar Dep.Kes RI dan Persatuan Ahli
Gizi Indonesia, 23 Sept'93)
Dari Rubrik Kesehatan RS. Graha Medika ditambahkan:
# Khasiat yang sama diperoleh, meski cara saji berbeda: diseduh, direbus,
dicelup, hanya saja perlu penelitian lebih lanjut tentang hieginitas
kantong yang digunakan pada teh celup.
# Campuran tambahan dapat mengacaukan khasiat: misalnya, diminum
dengan gula,tentu fungsi no. 11 berubah, dsb.
# Variasi zat tambahan bisa membuat orang menjadi lebih menikmati teh.
Misalnya, dengan mencampurkan lemon, bahkan krim. Tentu zat tambahan juga
mempengaruhi khasiat teh.
# Jangan salah mengerti, warna coklat pada gigi tidak disebabkan oleh tein.
# Untuk mendapatkan fungsi tersebut, cukup minum 2x sehari, pagi dan sore.
Semoga berkhasiat
menerus, sangat berguna bagi kesehatan.
1. MENGURANGI TEKANAN DARAH TINGGI
* Kandungan mineral Kalium (K) lebih besar dari mineral NAtrium (Na)
* Teh mengandung inhibitor untuk enzym yang menstimulir Tekanan Darah.
-->Bukan berarti tidak bagus untuk mereka yang tekanan darahnya
rendah, karena teh berfungsi menstimulir gangguan terhadap tekanan darah.
2. MENGURANGI ATAU MENCEGAH RESIKO PENYAKITJANTUNG
* Unsur serat yang terdapat pada teh mampu menurunkan kadar Cholesterol
(Artherisclerosis) yang memicu penyakit jantung berkurang.
* Mineral Cu dan Mn, antioxidan dan Flavonoid pada teh mampu menekan dan
memusnahkan serangan radikal bebas yangdapat menyebabkan serangan
jantung.
3. MENCEGAH ATAU MENGURANGI RESIKO KANKER (PANKREAS, KULIT, HATI, DLL)
* Adanya zat anti mutagen pada teh (antioxidan, falvonoid) sehingga
mencegah dan menekan pertumbuhan sel kanker.
* Cu, Mn, antioxi dan flavinoid menngkal serangan radikal bebas yang
merangsang tumbuhnya kanker.
4. MEMELIHARA KESEHATAN GIGI DAN MENCEGAH KARIES
* Kadar Flour dan Polifenol yang cukup tinggi pada teh merupakan unsur
penting untuk kesehatan, mencegah plak dan mengacaukan aktivitas bakteri
penyebab karies.
--> Bila bepergian dan tidak sempat sikat gigi, sebelum tidur ada
baiknya berkumur dengan teh tawar hangat.
--> Jika mulut bayi banyak terdapat selaput/lendir putih pada saat
bangun tidur, bersihkan mulut dan bibir si bayi dengan jari anda
yang dibungkus kapas, dan celupkan dalam teh basi.
5. MENURUNKAN BERAT BADAN (REDUCING DIET)
* Kandungan serat yang tinggi pada teh menyebabkan paparan zat gizi
dengan system pencernaan dalam tubuh menjadi singkat, akibatnya zat
gizi yang berhasil diserap tubuh menjadi sedikit.
* Diuretik efek, sehingga pengeluaran cairan menjadi lancar.
6. MENINGKATKAN DAYA TAHAN TUBUH
* Teh mengandung zat gizi yang bersifat antioxidan dan zat lainnya
yang bersifat antimutagen
7. DISINFEKTAN
* Khususnya dalam menghambat dan mematikan bakteri penyebab karies gigi
8. MEMPERLAMBAT PROSES PENUAAN
* Kandungan Antioxidan menyebabkan umur hidup sel tubuh menjadi lebih
panjang dan regenerasi sel berlangsung lebih lancar. Hal ini dapat
meningkatkan umur harapan hidup.
--> Juga dapat disimak lebih lanjut tentang kebiasaan membasuh muka
dengan teh basi sebagai usaha untuk membuat kulit muka halus, cerah
dan bebas jerawat
9. MENGATASI STRES
* Kandungan antioxidan menyebabkan umur hidup sel tubuh menjadi lebih
panjang dan regenerasi sel berlangsung lebih lancar. Hal ini dapat
meningkatkan umur harapan hidup.
--> orang Jepang dan Inggris terkenal berusia panjang karena kebiasaan
minum teh
10. MENCEGAH PENDARAHAN YANG BERKEPANJANGAN AKIBAT LUKA
* Kandungan vitamin K yang cukup tinggi pada teh yang berfungsi dalam
pembekuan darah mampu mencegah pendarahan yang berkepanjangan karena
luka.
--> Jika anak kecil anda jatuh dan terluka, jika tidak tersedia betadin,
luka bisa dibersihkan dengan air teh yang pekat dan hangat.
11. PENGENDALIAN KADAR GULA
* Mineral Mn yang banyak terdapat pada teh berperan sebagai Co-enzym
dalam metabolisme gula,sehingga proses pembentukan energi lancar.
--> Jika orang lemas karena sakit atau kelelahan, bisa diberi teh
hangat. Faktor manis yang biasanya diberikan, merupakan perangsang
supaya bisa minum dalam jumlah banyak.
12. PENGOBATAN MIGRAIN ATAU SAKIT KEPALA
* Berbagai alkaloid yang terkandung pada teh dapat berperan dalam proses
pengobatan migrain.
13. PENGOBATAN DIARE
* Unsur serat pada teh mampu menyerap cairan, sehingga dapat digunakan
untuk mengatasi diare.
---> Secara tradisional telah terbukti manfaatnya (teh kental)
14. PENGOBATAN AIDS
* Diduga Asam Tanoat yang terdapat dalam teh menghambat reaksi kimia
RNA dengan HIV
* Zat antioxidan yagterdapat dalam teh dapat meningkatkan daya tahan
tubuh.
( Kutipan dari Kesimpulan hasil seminar Dep.Kes RI dan Persatuan Ahli
Gizi Indonesia, 23 Sept'93)
Dari Rubrik Kesehatan RS. Graha Medika ditambahkan:
# Khasiat yang sama diperoleh, meski cara saji berbeda: diseduh, direbus,
dicelup, hanya saja perlu penelitian lebih lanjut tentang hieginitas
kantong yang digunakan pada teh celup.
# Campuran tambahan dapat mengacaukan khasiat: misalnya, diminum
dengan gula,tentu fungsi no. 11 berubah, dsb.
# Variasi zat tambahan bisa membuat orang menjadi lebih menikmati teh.
Misalnya, dengan mencampurkan lemon, bahkan krim. Tentu zat tambahan juga
mempengaruhi khasiat teh.
# Jangan salah mengerti, warna coklat pada gigi tidak disebabkan oleh tein.
# Untuk mendapatkan fungsi tersebut, cukup minum 2x sehari, pagi dan sore.
Semoga berkhasiat
Khasiat air rebusan daun Sirsak
Di taman Buah Mekarsari ada penandatanganan MOU antara JBRO dengan Taman Buah Mekarsari.
Dalam kesempatan kunjungan ke area perkebunan,
disampaikan oleh salah satu pakar buah disana
bahwa Sirsak mempunyai manfaat yang sangat besar
dalam pencegahan dan penyembuhan penyakit kanker.
Untuk pencegahan, disarankan makan atau minum jus buah
sirsak. Untuk penyembuhan, bisa dengan
merebus 10 buah daun sirsak yang sudah tua (warna hijau
tua) ke dalam 3 gelas air dan direbus terus hingga menguap
dan air tinggal 1 gelas saja. Air yang tinggal 1 gelas
diminumkan ke penderita setiap hari 2 kali.
Setelah minum, efeknya katanya badan terasa panas, mirip
dengan efek kemoterapi.
Dalam waktu 2 minggu, hasilnya bisa dicek ke dokter,
katanya cukup berkhasiat. Daun sirsak ini katanya sifatnya seperti kemoterapi, bahkan lebih hebat lagi karena daun sirsak hanya membunuh sel-sel yang tumbuh abnormal
dan membiarkan sel sel yang tumbuh normal.
Sedangkan kemoterapi masih ada efek membunuh juga sebagian
sel sel yang normal.
Dalam kesempatan kunjungan ke area perkebunan,
disampaikan oleh salah satu pakar buah disana
bahwa Sirsak mempunyai manfaat yang sangat besar
dalam pencegahan dan penyembuhan penyakit kanker.
Untuk pencegahan, disarankan makan atau minum jus buah
sirsak. Untuk penyembuhan, bisa dengan
merebus 10 buah daun sirsak yang sudah tua (warna hijau
tua) ke dalam 3 gelas air dan direbus terus hingga menguap
dan air tinggal 1 gelas saja. Air yang tinggal 1 gelas
diminumkan ke penderita setiap hari 2 kali.
Setelah minum, efeknya katanya badan terasa panas, mirip
dengan efek kemoterapi.
Dalam waktu 2 minggu, hasilnya bisa dicek ke dokter,
katanya cukup berkhasiat. Daun sirsak ini katanya sifatnya seperti kemoterapi, bahkan lebih hebat lagi karena daun sirsak hanya membunuh sel-sel yang tumbuh abnormal
dan membiarkan sel sel yang tumbuh normal.
Sedangkan kemoterapi masih ada efek membunuh juga sebagian
sel sel yang normal.
Langganan:
Postingan (Atom)