Banner Ad

Text Ad

09 Mei 2009

Ingin Tidur Nyenyak? Coba deh Tip Berikut Ini

24 Sep 00 13:59 WIB (Astaga.com)

Jangan pernah menyepelekan tidur. Pasalnya, aktivitas yang satu ini ternyata memberikan kontribusi yang lumayan besar bagi kondisi tubuh. Dengan tidur nyenyak, bukan hanya membuat kita terlihat lebih segar, tapi juga membantu lancarnya segala aktivitas sehari-hari.

Nah, jika Anda kerap mengalami tidur tak nyenyak atau bahkan susah tidur, asal tidak ada penyebab lain tentu saja, barangkali Anda bisa mengikuti tip berikut ini:

1. Sebaiknya jangan berolahraga paling tidak dua jam sebelum Anda pergi tidur. Pasalnya, selain membuat otot-otot lentur, pun akan meningkatkan kadar adrenalin. Akibatnya kendati tampaknya Anda tertidur pulas, namun sebetulnya Anda justru merasa amat kelelahan.

2. Cobalah untuk melakukan teknik relaksasi dengan beryoga atau bermeditasi. Cara ini, di samping menghilangkan stres pun mampu membuat tidur Anda terasa nyenyak.

3. Konsistensi waktu tidur Anda ternyata sangat berperan membantu nyenyak tidaknya tidur Anda. Jika siklus tidur Anda cukup baik, maka tubuh Anda pun akan terbiasa dengan keteraturan waktu yang Anda jalani. Cara ini tentu saja membuat Anda gampang tertidur.

4. Saat Anda merasa susah sekali memejamkan mata, cobalah untuk melakukan aktivitas lain. Pergilah ke ruang baca atau ruang televisi untuk membaca buku atau melihat acara televisi yang masih menyuguhkan beberapa acara menarik. Jika Anda kembali merasakan kantuk, maka pergilah kembali ke tempat tidur. Biasanya Anda akan langsung tertidur pulas.

5. Perhatikan pula makanan yang Anda konsumsi. Jika Anda tidak ingin kelaparan pada saat tidur, hati-hati dengan panganan yang Anda makan sebelum tidur. Panganan berbumbu pedas atau yang berat-berat tidak baik untuk pencernaan. Bisa-bisa Anda malah akan terjaga hanya gara-gara perut Anda terasa mulas. Sebaiknya hindari pula minum kopi enam jam sebelum Anda tidur.

Jika Anda memang harus makan sebelum tidur, pilihlah makanan yang kaya karbohidrat, seperti crackers atau bagel yang mudah dicerna perut. Jangan lupa pula minum segelas susu hangat. Segelas susu akan membuat tidur Anda nyaman dan nyenyak. (berbagai sumber/eno)

ALZHEIMER

Anda tahu ALZHEIMER atau pikun.. Nah, ada test kecil berikut penjelasannya (bacanya nanti aja setelah Anda sudah mengikuti tesnya dengan lengkap) untuk mengetahui tingkat kesehatan Syaraf Anda. Selamat mencoba semoga Anda sehat selalu !

1. Temukan huruf "C" di bawah. Jangan gunakan bantuan cursor.
OOOOOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOO O
OOOOOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOO O
OOOOOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOO O
OOOOOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOO O
OOOOOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOO O
OOOOOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOO O
OOOOOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOOO COOOOOOOOOOOOOO O
OOOOOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOO O
OOOOOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOO O
OOOOOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOO O
OOOOOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOO O

2. Jika anda telah menemukan huruf "C", sekarang temukan angka "6" di bawah..
9999999999999999999 9999999999999999 999999999999999 99999999999999
9999999999999999999 9999999999999999 999999999999999 99999999999999999
9999999999999999999 9999999999999999 999999999999999 99999999999999999
9999699999999999999 9999999999999999 999999999999999 99999999999999999
9999999999999999999 9999999999999999 999999999999999 99999999999999999
9999999999999999999 9999999999999999 999999999999999 99999999999999

3. Sekarang temukan huruf "N" di bawah. Ini agak lebih sulit.
MMMMMMMMMMMMMMMMMMM MMMMMMMMMMMMMMMM MNMMMM
MMMMMMMMMMMMMMMMMMM MMMMMMMMMMMMMMMM MMMMMM
MMMMMMMMMMMMMMMMMMM MMMMMMMMMMMMMMMM MMMMMM
MMMMMMMMMMMMMMMMMMM MMMMMMMMMMMMMMMM MMMMMM
MMMMMMMMMMMMMMMMMMM

4. Sekarang temukan huruf "O" di bawah. Ini agak lebih sulit.
QQQQQQQQQQQQQQQQQQQ QQQQQQQQQQQQQQQQ QQQ
QQQQQQQQQQQQQQQQQQQ QQQQQQQQQQQQQQQQ QQQ
QQQQQQQQQQQQQQQQQQ
QQQQQQQQQQQQQQQQQQQ QQQQQQQQQ
QQQQQQQQQQ
QQQQQQQQQQQQQQQQQOQ QQQQQQQQQQQQQQQQ
QQQQQQQQQQQQQQQQQQQ QQQQQQQQQQQQQQQQ QQ
QQQQQQQQQQQQQQQQQQQ QQQQQQQQQQQQQQQQ

5. Sekarang temukan huruf "I" di bawah. Ini agak lebih sulit.
LLLLLLLLLLLLLLLLLLL LLLLLLLLLLLLLLLL LLLLLLLLLLL
LLLLLLLLLLLLLLLLLLL LLLLLLLLLLLLLLLL LLLLLLLLLLL
LLLLLLLLLLLLLLLLLLL LLLLLLLLLLLLLLLL LLLLLLLLLLLL
LLLLLLLLLLLLLLLLLLL LLLLLLLLLLLLLLLL LLLLLLLLL
LLLLLLLLLLLLLLLLLLL LLLLLLLLLLLL
LLLLLLLLLLLLLL
LLLLLLLLLLLLLLLLLLL LLLLLLLLLLLLLLLL LLLLLLLLLLLL
LLLLLLLLLLLLLLLLLLL LLLLLLLLLLLLLLLL LLLLLLLLLLLLI
LLLLLLLLLLLLLLLLLLL LLLLLLLLLLLLLLLL LLLLLLLLLLL
LLLLLLLLLLLLLLLLLLL LL

Ini bukan gurauan, fren
Jika anda bisa melewati 3 test ini, maka anda bisa batalkan rencana
kunjungan ke ahli neurologi
Otak anda masih baik dan jauh dari penyakit Alzheimer. Selamat !

For your info
Alzheimer atau kepikunan merupakan sejenis penyakit penurunan fungsi
saraf otak yang kompleks dan progresif. Penyakit Alzheimer bukannya
penyakit menular. Penderita Alzheimer mengalami keadaan penurunan daya
ingat yang parah sehingga penderita akhirnya tidak lagi mampu mengurus
dirinya sendiri.

Alzheimer tergolong sebagai salah satu jenis dementia yang ditandai
dengan melemahnya kemampuan bercakap, kemampuan berpikir sehat, daya
ingat, kemampuan mempertimbangan, adanya perubahan kepribadian dan
tingkah laku yang tidak terkendali. Keadaan ini amat membebani penderita
dan juga anggota keluarga yang perlu menjaga dan merawatnya. Menurunnya
fungsi ingatan juga memengaruhi fungsi intelektual dan sosial penderitanya.
Sumber penyakit ini belum diketahui dengan pasti, tetapi bukan karena
proses penuaan. Sebagian ilmuwan memperkirakan bahwa kepikunan ini
berkaitan dengan pembentukan dan perubahan sel-sel saraf yang normal
menjadi semacam serat.

Resiko untuk mengidap Alzheimer meningkat seiring dengan pertambahan
usia. "Pada usia sekitar 65 tahun, seseorang berisiko lima persen untuk
menderita penyakit ini dan risiko ini meningkat dua kali lipat setiap
lima tahun,"menurut Ahli Psikogeriatrik, Kantor Pengobatan Psikologi,
Fakultas Pusat Pengobatan Universitas Malaya (PPUM), Dr. Esther
Ebeenezer. Meskipun kepikunan seringkali dikaitkan dengan usia lanjut,
namun terbukti bahwa penderita Alzheimer yang pertama diidentifikasi
adalah seorang perempuan berusia awal 50 tahunan.

Sejarah Alzheimer

Penyakit ini ditemukan oleh Dr. Alois Alzheimer pada 1907 ini, dinamakan
Alzheimer sesuai nama penemunya.
Alzheimer menemukan bahwa syaraf otak penderita Alzheimer tidak hanya
mengerut, bahkan dipenuhi gumpalan protein luar biasa yang disebut plak
amiloid dan serat yang berbelit-belit (neuro fibrillary).
Amiloid protein yang membentuk sel-sel plak protein tersebut, dipercaya
menyebabkan perubahan kimia otak. Musnahnya sel-sel saraf ini
menyebabkan syaraf otak yang berfungsi menyampaikan pesan dari satu
neuron ke neuron lain terpengaruh.

Meskipun sudah ditemukan hampir satu abad yang lalu, Alzheimer tidak
seterkenal penyakit yang lain seperti hipertensi, Sindrom Pernafasan
Akut Parah (SARS) atau pun penyakit jantung. Mungkin karena gejala
penyakit Alzheimer tidak segera terlihat, berbeda dengan hipertensi yang
dapat dipantau melalui pemeriksaan tekanan darah. Penyakit Alzheimer
tidak terdeteksi karena adanya anggapan bahwa sering lupa adalah hal
yang wajar dialami orang berusia lanjut karena faktor usia. Padahal
mungkin saja "sering lupa" tersebut merupakan tanda awal penyakit Alzheimer.

Penyakit Alzheimer menjadi lebih dikenal secara meluas setelah mantan
Presiden Amerika Serikat yang ke-40, Ronald Reagan mengemukakan keadaan
dirinya dalam suratnya yang tertanggal 5 November 1994. Penelitian
klinis terbaru menunjukkan bahwa konsumsi suplemen asam lemak omega-3
dapat memperlambat laju penurunan fungsi kognitif penderita alzheimer
ringan.

Gejala dan tingkat keparahan penyakit:

Pada taraf ringan gejalanya dapat berupa: lupa dimana menyimpan kunci,
lupa mengambil uang kembalian, lupa mau membeli apa di toko, lupa nomor
telepon atau tidak ingat mana obat yang setiap hari biasa dimakan.

Pada tingkat menengah: penderita misalnya, lupa mencampurkan gula dalam
minuman, garam dalam masakan atau lupa bagaimana cara mengaduk gula di
dalam gelas.

Pada tingkat yang parah, penderita sudah tidak mampu melakukan hal-hal
mendasar seperti mengurus diri sendiri, tidak lagi mengenali keadaan
sekitar rumahnya, tidak mengenali rekan-rekan atau anggota keluarga
terdekat.

Penderita Alzheimer dapat menjadi agresif, cepat marah dan kehilangan
minat untuk berinteraksi atau hobi yang pernah diminatinya. Penderita
tingkat menengah atau parah dapat menunjukkan tingkah laku aneh, seperti
menjerit, terpekik atau mengikuti orang ke mana saja, bahkan walau orang
tersebut ke WC.

Selain itu, penderita dapat juga mengalami semacam halusinasi seperti
mendengar suara atau bisikan halus, atau
melihat bayangan menakutkan. Penderita juga kadangkala berjalan mondar
mandir tanpa tujuan dan pola tidur mereka juga berubah. Penderita
biasanya akan lebih banyak tidur di siang hari dan terus terjaga pada
malam hari.
Keadaan tersebut secara tidak langsung memberi tekanan mental kepada
perawat atau anggota keluarga yang harus waspada menjaga penderita
selama '36 jam' sehari.

Kebanyakan penderita Alzheimer meninggal dunia akibat radang paru-paru
atau pneumonia karena mereka tidak dapat melakukan berbagai aktivitas
fisik lainnya.
Yang menyedihkan, adalah bahwa orang yang sakit itu sendiri tidak
memahami apa yang terjadi pada diri mereka dan memerlukan bantuan orang
lain. Berita buruknya penyakit Alzheimer ini, tidak dapat disembuhkan.
Tetapi, gejalanya masih dapat dikendalikan dengan obat-obatan.
Obat-obatan yang diberi pada tingkat awal, dapat membantu ingatan
penderita seperti fungsi kognitif, aktivitas dan tingkah laku sehari2.


Prevalensi

Sekitar tahun 1950-an diperkirakan sekitar 2,5 juta warga dunia
menderita penyakit ini. Pada tahun 2003 Organisasi Kesehatan Dunia
(WHO), memperkirakan lebih dari satu milyar orang yang berusia di atas
60 tahun atau 10 persen penduduk dunia menderita Alzheimer.
Peningkatan jumlah penderita Alzheimer berkaitan dengan meningkatnya
jumlah warga dunia yang berusia lanjut, dan semakin panjangnya usia
atau masa hidup warga dunia. Usia hidup perempuan meningkat hingga
mencapai usia 80 tahun dan laki-laki mencapai usia 75 tahun. Selain
itu, faktor pemeliharaan kesehatan yang semakin baik dan menurunnya
tingkat kelahiran.

Orang yang berisiko menderita Alzheimer:
* Penderita hipertensi dengan usia di atas 40 tahun
* Penderita diabetes
* Kurang berolahraga
* Kadar kolesterol yang tinggi
* Faktor keturunan - memiliki keluarga yang menderita Alzheimer pada usia 50-an.

Tetap Semangat !

11 April 2009

Hindari Bakteri AC

GloriaNet - Di balik kesejukan AC (Air Conditioner) ternyata tersimpan
risiko bibit penyakit. AC yang jarang dibersihkan menjadi tempat nyaman
bagi bakteri untuk berbiak. Udara yang kelewat dingin dari alat itupun
mudah memicu gangguan kesehatan.

Maka itu gaya hidup yang dikelilingi sejuknya udara AC, keluar-masuk mobil
ber-AC, tinggal di rumah ber-AC, lalu di kantor juga semua ruangan ber-AC,
belum tentu sehat. Menurut DR. Ichramsyah Azim Rachman SpOG, peneliti
FKUI/RSUPN-CM, terus-menerus berada di ruang ber-AC dan kurang terkena
sinar matahari, malah memudahkan seseorang terkena osteoporosis di
kemudian hari.

Fakta yang terjadi di tahun 1976 membuktikan bahwa AC bisa menjadi sumber
penderitaan bagi banyak orang. Peristiwa itu terjadi di sebuah hotel di
Philadelphia, Amerika Serikat. Waktu itu ada 182 orang yang mengalami
pegal-pegal, flu, kepala pusing, kejang otot, perut kembung, dan cepat
lelah. Sekitar 29 orang di antaranya kemudian meninggal dunia. Setelah
diteliti ternyata kasus itu disebabkan oleh bakteri legionella
pneumophila. Bakteri itu hidup di alam bebas, terutama di daerah dengan
kelembaban tinggi, seperti sungai, danau, selokan, termasuk juga AC,
terutama di bagian cooling tower.

Saluran Napas
Legionella pneumophila adalah bakteri penyebab infeksi pada saluran
pernapasan. Penyakitnya disebut legionnaire's disease.

Penyakit ini bisa tanpa gejala, tapi bisa pula menunjukkan gejala seperti
demam, menggigil, batuk kering dan berdahak, otot-otot ngilu, sakit
kepala, lekas lelah, hilang selera makan, diare, hingga pneumonia. Pada
taraf yang berat bisa menyebabkan ginjal tidak berfungsi dengan baik.
Kasus legionellosis ini di AS sering muncul terutama selama musim panas
dan pada awal musim gugur. Dan 5-20 penderita penderita meninggal dunia.

Ada beberapa jenis penyakit pernapasan lainnya yang bisa dipicu oleh AC
yang kotor, antara lain pontiac fever, humidifier fever dan
hypersensitivity pneumontitis. Penyakit-penyakit ini menunjukkan gejala
yang serupa, seperti demam, sakit kepala, menggigil, kelelahan, dan ngilu
otot.

Masa inkubasi penyakit ini sekitar 2-10 hari. Untuk mengetahuinya harus
dilakukan pemeriksaan laboratorium melalui dahak dan urin. Lewat contoh
dahak bisa diketahui ada tidaknya bakteri, sedangkan lewat urin untuk
mengetahui antigen legionella-nya. Demam Pontiac biasanya akan sembuh
tanpa pengobatan, sementara untuk mengatasi legionnaire biasanya digunakan
obat erythromycin.

Kejang dan Pusing
Selain penyakit akibat bakteri, AC juga bisa menyebabkan kondisi lain,
misalnya otot kaku dan kejang.

Hal itu menurut Dr. Prajna Paramita, MD, FCCP, spesialis paru dari RSPAD
Gatot Subroto, terjadi karena hawa terlalu dingin. Kekakuan itu kemudian
membuat orang cepat lelah, mengantuk, leher tegang, badan pegal-pegal, dan
tulang linu.

Dinginnya hawa AC, tambah Dr. Hendrawati Utomo, MS., juga bisa menyebabkan
kulit kering. Kulit yang kering biasanya akan mudah pecah-pecah. Karena
itu perlu menggunakan pelembab. "Juga sebaiknya banyak minum air putih
bila berada dalam ruangan ber-AC, supaya terhindari dari dehidrasi," anjur
dokter spesialis kesehatan dan keselamatan kerja yang memiliki klinik di
kawasan Ancol ini.

Pusing kepala yang tak jelas penyebabnya juga bisa menyerang orang yang
berada dalam ruangan ber-AC. Dr. Hendrawati menjelaskan bahwa kondisi itu
disebabkan oleh sirkulasi yang tidak baik, sehingga kadar karbon monoksida
(CO2) yang dikeluarkan setiap orang ketika bernapas akan bertambah banyak
dan berputar-putar dalam ruangan itu. Dalam jangka waktu tertentu, oksigen
menjadi berkurang dan terjadilah pusing kepala itu.

Pusing kepala bisa pula terjadi bila ada asap, misalnya asap rokok yang
terjebak dalam ruangan ber-AC. "Maka merokok dalam ruang ber-AC sangat
memungkinkan terjadinya sakit kepala. Itu juga karena asap rokok
mengandung racun," jelasnya. Semua kondisi tadi terjadi lantaran AC hanya
memberi hawa dingin, tapi tidak mengganti udara.

Untuk mengatasi gangguan pusing itu, ada baiknya kita sebentar-sebentar
keluar ruangan dan mencari udara segar. Jika kita sudah menghirup cukup
oksigen, maka pusing kepala bisa hilang dengan sendirinya.

Prof. Hadiarto Mangunnegoro, spesialis paru dari RS Persahabatan
menekankan bahwa polusi udara dalam ruang seperti asap rokok dapat
menyebabkan infeksi saluran napas bawah akut, penyakit paru obstruktif
kronik, penyakit paru interstitial dan kanker. Ini berlaku baik untuk
perokok aktif maupun pasif.

Berbagai penyakit bisa saja muncul terutama kalau ada yang memiliki
penyakit menular seperti TBC. Dari rokok yang menyebar saja, orang bisa
terkena penyakit seperti batuk dan berbagai macam penyakit paru lain.
Apalagi kalau orang yang menderita TBC berada dalam satu ruangan ber-AC
dengan orang yang sehat. (GCM/KCM)
Copying from : http://www.glorianet.org/berita/b3845.html

Hidup Lebih Lama, Hidup Lebih Hidup

Mungkin hanya sedikit sekali orang yang tidak menginginkan hidup lebih lama di
dunia (kecuali bila anda menanyakannya pada orang yang sedang frustasi). Tapi
walaupun ingin hidup lebih lama, orang mempunyai banyak ketakutan terhadap
usia tua tersebut. Salah satu ketakutan terbesar dari bertambahnya usia adalah
menjadi lamban dan kehilangan kebebasan, demikian diungkapkan oleh Ro
DeBrezzo, co-director, University of Alabama's Center for Aging Studies.

Sebenarnya banyak hal yang dapat dilakukan oleh seseorang agar masa tuanya
tidak dihabiskan hanya dengan keluh kesah akibat mundurnya kemampuan. Sebagian
besar orang tidak sadar bahwa sebenarnya hanya dengan berjalan kaki dua kali
seminggu, kesehatan mereka bisa terpelihara. Cara-cara yang sederhana, seperti
memarkir kendaraan agak jauh akan dapat membantu anda untuk tetap
beraktifitas. Setiap aktifitas tambahan yang anda lakukan dapat memberikan berbagai
keuntungan.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa meskipun seseorang baru mulai melakukan
olahraga secara rutin pada usia 82 tahun, ia masih akan menambah 10% kekuatan
dalam waktu 10 bulan. Jadi hal ini menunjukkan bahwa dimanapun anda berada,
anda dapat memulainya saat ini. Tidak ada kata terlambat untuk mulai melakukan
aktifitas.

"Kami mendapatkan bahwa 'melakukan dengan teratur' adalah suatu hal yang
penting dalam berolahraga. Namun yang perlu digarisbawahi adalah: lebih baik
melakukan daripada tidak sama sekali dan lebih baik bila 'lebih' daripada
'kurang'. Namun anda tak perlu risau akan berapa hari seminggu atau berapa jam
sehari yang anda perlukan untuk berolahraga agar memperoleh manfaatnya," kata
Abbey King, salah seorang dosen di Stanford University School of Medicine.

"Kami selalu memberi semangat pada mereka yang secara bertahap meningkatkan
kegiatan olahraga sehingga memperoleh manfaat yang lebih besar. Jadi misalnya
saja anda biasanya mencoba berjalan kaki dua kali seminggu, setelah beberapa
kali, anda mungkin ingin mencoba untuk tiga atau empat kali seminggu dan
seterusnya."

Jika anda memulai sesuatu yang belum pernah anda lakukan untuk beberapa waktu
lalu berhenti, jangan berharap untuk dapat memulainya dari titik dimana anda
berhenti saat muda dulu. Hal ini dikarenakan oleh perubahan tubuh seiring
dengan bertambahnya usia. Mungkin perubahan ini membuat anda semakin lamban,
walaupun kelihatannya fisik anda belum terlalu tua. Hal tersebut terjadi
terutama pada kaum wanita.

Wanita lebih mudah bertambah berat badannya saat usia mereka semakin tua.
Mereka lebih sulit untuk menurunkan berat badan bila dibandingkan dengan pria,
oleh karena mereka memiliki otot yang lebih sedikit namun lemak yang lebih
banyak.

Mulailah dengan menggerakkan lengan dan tungkai anda. Tidak ada kata terlambat
untuk mulai berolahraga, itu kata para ahli. Anda hanya perlu menyediakan
waktu
dan memberi perhatian pada tubuh anda.



Sabtu, 29 Juli 2000

Kunci Hidup Lebih Sehat dan Berumur Lebih Panjang

Usia Lily Hearst hampir 103 tahun. Sepanjang hidupnya dia berada dalam keadaan
sehat dan aktif - bermain ski, skating, mendayung. Penduduk Berkeley,
California ini selalu berenang setiap hari. Dia juga tetap mengajar piano -
namun hanya kepada siswa lanjutan - di panti jompo tempat ia makan siang
setiap hari.

Hearst termasuk satu di antara segelintir orang yang bisa hidup hingga 100
tahun lebih, dan banyak di antara mereka masih sangat sehat. Pada akhir abad
ke-19, saat ia lahir, hanya kira-kira satu dari 100.000 orang Amerika yang
berusia 100 tahun atau lebih. Kini angka tersebut telah naik menjadi satu di
antara 8.000 hingga 10.000 orang dan angka tersebut terus meningkat.

Siapa yang dapat berharap meniup 100 lilin pada suatu hari? "Untuk hidup
sampai usia 100-an," kata Dr. Thomas Perls, "saya bertaruh, anda membutuhkan sesuatu
yang saya sebut sebagai dorongan genetik". Perls adalah kepala bagian
gerontologi di Beth Israel Deaconess Medical Center, Boston dan asisten
profesor di Harvard Medical School, sekaligus pendiri dan direktur New England
Centenarian Study (NECS). Dia juga merupakan salah seorang penulis "Living to
100 : Lessons in Living to Your Maximum Potential at Any Age."

Rangkaian penelitian yang sedang dilakukan oleh NECS tersebut adalah suatu
upaya untuk mempelajari bagaimana supaya berumur panjang dengan menelusuri
kebiasaan hidup sehat sejumlah orang yang berusia 100 tahun lebih.

Mendapatkan 10 tahun tambahan
Berdasarkan penemuan dari penelitian mereka sejauh ini, Perls mengatakan bahwa
mungkin diperlukan ciri genetik yang luar biasa agar seseorang bisa hidup
hingga 100 tahun. Tetapi sebagian besar dari kita seharusnya sanggup hidup
hingga usia 80 tahun lebih; hampir 10 tahun lebih lama daripada rata-rata usia
hidup saat ini yaitu 77 tahun di Amerika dan negara industri lainnya.

Jadi mengapa terdapat perbedaan sepuluh tahun antara usia yang dimungkinkan
secara genetik dibandingkan rata-rata usia kita yang sesungguhnya ? Kesalahan
kita yang terbesar terletak pada kebiasaan kita yang buruk.

Merokok misalnya, sangat mempertinggi risiko terkena kanker, pengerasan
pembuluh nadi dan penyakit jantung. Banyak orang yang mengkonsumsi makanan
tidak sehat, yang mengandung banyak lemak terhidrogenasi. Ketika orang-orang
yang kini berusia ratusan tahun tersebut masih muda, makanan-makanan seperti
itu sama sekali tidak sanggup menggoda mereka. Konsumsi lemak hidrogenasi yang
berlebihan dapat mempertinggi risiko pengerasan pembuluh nadi dan penyakit
jantung. Setengah dari populasi saat ini mengalami kelebihan berat badan dan
hal ini mempertinggi risiko penyakit jantung serta penyakit lainnya.

Hanya 10 - 15 % penduduk di atas usia 65 tahun yang berolahraga secara
teratur, kata Perls. Hal ini menyebabkan semakin tingginya risiko osteoporosis, depresi
maupun masalah kesehatan lainnya, yang akhirnya mengurangi usia hidup
seseorang. Dan hal ini sebenarnya tidak perlu terjadi.

Bukan hanya usia bertambah, melainkan hidup anda lebih baik
Alasan mengapa Perls ingin agar seseorang lebih menjaga kesehatannya bukan
hanya sekedar untuk memperpanjang usia sepuluh tahun. Itu hanyalah untuk daya
tarik matematis saja. Ia mengatakan bahwa kebiasaan hidup sehat sebenarnya
tidak hanya akan memperpanjang peluang hidup tetapi juga mengurangi masa-masa
sakit sebelum anda meninggal. Jadi, anda bukan hanya akan hidup lebih lama,
tetapi juga hidup lebih baik.

Pendapat bahwa "kalau anda makin tua, anda akan makin sakit-sakitan" ternyata
salah, kata Perls. Temuan Centenarian Study tersebut mengatakan bahwa
sebenarnya seseorang dapat mencapai usia yang sangat tua dengan cara menghindari
penyakit, bukan karena mampu menahan penyakit.

NECS menemukan bahwa orang-orang berusia ratusan tahun cenderung bersikap
lebih optimis dan sanggup menyesuaikan diri serta terbebas dari stres. Ini merupakan
contoh yang baik untuk kita semua. Namun tidak berarti mereka akan menjalani
hidup yang lebih mudah bila mereka dihadapkan pada dunia luar.

Herman Arrow adalah contoh dari pemikiran ini. Dalam keluarganya sama sekali
tidak ada anggota keluarga yang berumur panjang. Dia ingat bahwa dia mempunyai
seorang teman yang usianya mencapai 92 tahun. Tetapi kebanyakan orang di
keluarga kerabatnya itu menderita penyakit jantung jauh sebelum mencapai usia
90 tahun. Arrow sendiri telah empat kali menjalani operasi bypass saat berusia
66 tahun.

Arrow jarang berolahraga sejak masuk sekolah menengah atas, tetapi setelah
menjalani operasi tersebut dia berpendapat bahwa lebih baik mulai berolahraga
kembali. Kini usianya sudah 80 tahun dan ia sangat menggemari olahraga jalan
cepat. Selama beberapa tahun terakhir ini, ia memenangkan medali emas dan
perak dalam California State Senior Games, dan medali perak serta perunggu dalam
National Senior Games. Dia juga mendapatkan kepuasan dalam pekerjaannya
sebagai pendiri dan ketua Mended Hearts cabang Marin County, sebuah organisasi
orang-orang yang selamat dari penyakit jantung dan bertanggungjawab untuk
mendukung orang lain yang sedang menjalani pengobatan.

Seperti yang terlihat dari pengalaman Arrow, tidak pernah ada kata terlambat
untuk memulai - namun anda tetap dianjurkan memeriksakan diri kepada dokter
anda sebelum memulai suatu olahraga. "Usia tua tersebutlah yang perlu anda
perangi," kata Perls. "Siapa tahu usia terindah dalam hidup anda adalah di
usia 70, 80 atau 90-an dengan catatan kalau anda hidup sehat."

11 Makanan Hebat yang Tidak Anda Santap

Sabtu, 10 Januari 2009 | 17:34 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Ingin lebih sehat? Cobalah ikuti saran ahli gizi Jonny Bowden. Dia telah menyusun daftar makanan sehat yang seharusnya disantap tapi orang kerap melupakannya. Beberapa adalah santapan favorit seperti jambu, tapi selain itu masih panjang daftar makanan sehat lainnya.

Dokter Bowden adalah penulis buku "The 150 Healthiest Foods on Earth" atau "150 Makanan Tersehat di Bumi". Inilah beberapa saran Bowden.

1. Bits
Pikirkan bahwa bit adalah bayam merah. Pada sayuran ini terdapat sumber asam folat dan pigmen merah yang baik untuk melawan kanker
Bagaimana menyantapnya:
Makan segar sebagai lalapan atau buat salad. Pemasakan bisa menurunkan kekuatan antioksidannya.

2. Kubis.
Mengandung banyak nutrisi seperti sulforaphane, bahan kimia yang disebut Bowden bisa menghasilkan enzim penghasil kanker. Orang Indonesia kerap menghindari konsumsi kol karena takut penyerapan yodium ke dalam tubuh terhambat oleh sayuran ini. Namun, memakan kol dalam jumlah memadai bisa bermanfaat untuk perang melawan kanker.
Bagaimana menyantapnya:
Diiris-iris saat mentah atau menjadi taburan dalam burger atau roti dempet (sandwich).

3. Lobak Swiss.
Jarang masakan khas Indonesia yang memakai sayuran ini, kecuali soto Bandung. Seperti kembarannya wortel, lobak mengandung karotenoid yang bisa melindungi penuaan mata.
Bagaimana menyantapnya:
potong-potong dan tumis dengan minyak zaitun.

4. Kayu manis.
Dapat mengontrol gula darah dan kolesterol.
Bagaimana menyantapnya:
Bubuhkan dalam minuman atau masakan. Kolak Padang biasa memakai kayu manis. Nasi kebuli Arab kadang juga memakai kayu manis.

5. Jus delima.
Dapat menurunkna tekanan darah dan kaya dengan antioksidan.
Bagaimana menyantapnya:
bikin jus dan nikmatilah kesegarannya.

6. Plum kering.
Oke, buah ini agak kering, tapi dia mengandung antioksidan sehingga tak boleh diabaikan.
Bagaimanan menyantapnya:
bisa dijadikan bahan tambahan dalam kue.

7. Biji labu.
Bagian yang kerap dibuang ini mengandung magnesium, mineral yang yang bila kadarnya cukup akan membuat riskio kematian dini berkurang.
Bagaimana menyantapnya:
Bisa dalam bentuk kuaci, asal tak kebanyak garam atau ditaburkan pada salad.

8. Sarden.
Anda boleh mencemooh ikan murahan ini. Dr. Bowden menyebutnya, "makanan sehat dalam kaleng." Makanan ini mengandung omega 3 dan kalsium yang tinggi dan minim zat merkuri. Ikan sarden biasanya juga mengandung mineral penting yang biasa menjadi "kawan" dari vitamin B seperti: besi, magnesium, fosfor, kalium, zinc, tembaga dan mangan.
Bagaimana menyantapnya:
Pilih sarden yang dikemas dalam minyak zaitun atau yang lainnya. Makan begitu saja atau sajikan bersama salad, roti dempet atau dengan teman bawang dan mustard.

9. Kunyit.
Ini adalah superstar dari semua rempah-rempah yang mengandung zat antikanker dan anti-inflamasi.
Bagaimana menyantapnya:
Bisa diminum sebagai jamu atau dicampur dengan telur dadar dan sayuran lain.

10. Bluberry beku.
Meskipun dibekukan buah ini kadar nutrisinya tak berkurang banyak. Ia mengandung zat yang dalam tes bisa meningkatkan memori otak.
Bagaimana menyantapnya:
Dibikin jus pasti sedap. Bisa dicampur dengan yoghurt, cokelat, susu kedelai atau taburan kacang almond.

11. Labu.
Sayuran rendah kalori yang memiliki kadar serat tinggi dan meningkatkan daya tahan tubuh karena pasokan vitamin A yang tinggi. Bisa mengenyangkan tapi tetap rendah kalori.
Bagaimana menyantapnya:
bisa diolesi mentega, dan taburan kayu manis atau dibikin kolak tapi awas kadar gulanya.

11 Januari 2009

Hepatitis B dan C Bisa Sembuh..!

Jakarta, Kompas
  • Pasien hepatitis B dan hepatitis C akut maupun kronik bisa disembuhkan jika didiagnosis dan diobati secara dini. Pasalnya, perkembangan hepatitis menjadi sirosis maupun kanker hati perlu waktu belasan sampai puluhan tahun.


Hal itu dikemukakan dr Unggul Budihusodo SpPD dalam Kursus Penyegar Hepatologi bagi dokter umum yang diselenggarakan Subbagian Hepatologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (FKUI/RSCM), pekan lalu.

Dokter umum sebagai lini terdepan berperan penting dalam penanganan pasien hepatitis mengingat keterbatasan jumlah dokter spesialis penyakit dalam, khususnya yang mendalami penyakit hati. Tidak jarang pasien putus obat karena kesulitan transportasi dan biaya untuk menemui dokter spesialis. Hal itu tak perlu terjadi jika pasien bisa berkonsultasi ke dokter umum terdekat.

Dokter umum diharapkan lebih jeli dan memiliki kesadaran tinggi menjaring pasien hepatitis. Penemuan kasus secara dini akan sangat mempengaruhi perjalanan penyakit hepatitis akibat virus. Masalahnya, obat antivirus sangat bermanfaat bagi pasien dalam tahap hepatitis kronik. Tetapi, efektivitas akan berkurang bahkan bisa menimbulkan efek samping jika pasien sudah pada tahap lanjut, misalnya sirosis hati.

Menurut Unggul, infeksi virus hepatitis B dan C merupakan masalah kesehatan masyarakat yang besar karena pengidap infeksi kronik kedua virus itu di dunia mencapai sekitar 500 juta orang. Hampir 80 persen tinggal di Asia Pasifik. Infeksi kronik dalam jangka panjang bisa berlanjut menjadi sirosis dan kanker hati.

Indonesia termasuk kelompok negara dengan prevalensi tinggi hepatitis B. Rata-rata 9,4 persen dengan kisaran 2,5-36,16 persen pada pelbagai wilayah. Sedangkan prevalensi hepatitis C mencapai 3,1-4 persen. Diperkirakan jumlah penderita hepatitis C meningkat seiring peningkatan jumlah pengguna narkotika suntikan akibat berbagi alat suntik tak steril.

Selain virus hepatitis B dan C, virus lain yang menimbulkan infeksi adalah virus hepatitis A, D, dan E. Selain itu, ada virus hepatitis G dan virus hepatitis TT (transfusion transmitted) yang patogenitasnya (kemampuan untuk menyebabkan penyakit) belum jelas.

Dari data rumah sakit, penyebab hepatitis akut yang tersering adalah virus hepatitis A, disusul virus hepatitis non-A non-B dan virus hepatitis B.

Virus hepatitis A dan E menyebar lewat air minum dan makanan yang tercemar virus. Kedua infeksi itu umumnya bersifat akut-paling lama berlangsung enam bulan-dan tidak menjadi kronik.

Virus hepatitis B dan C menyebar lewat cairan tubuh. Selain penularan dari ibu ke bayi saat kelahiran, kelompok risiko tinggi terkena hepatitis B adalah kaum homoseksual dan pengguna narkotika suntikan. Jika terkena waktu bayi kemungkinan menjadi kronik lebih dari 90 persen. Sedangkan infeksi saat dewasa hanya 5-15 persen yang menjadi kronik.

Hepatitis C terutama akibat penularan lewat transfusi darah atau pengguna narkotika suntikan. Potensi menjadi kronis sangat besar, sekitar 70-80 persen. Selanjutnya 20-30 persen akan mengalami sirosis hati dalam waktu 20-30 tahun. Sebagian dari itu akan berlanjut menjadi kanker hati.

Penyebab lain hepatitis kronik adalah obat, alkohol, autoimun, serta penyebab lain yang tak dapat ditemukan meski dilakukan pemeriksaan ekstensif (hepatitis kronik kriptogenik).

Infeksi virus hepatitis B kronik terjadi bila dalam waktu enam bulan setelah infeksi akut masih terdeteksi adanya HBsAg. Replikasi virus terjadi jika hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan adanya HBeAg dan atau HBVDNA.

Gejala hepatitis akut, urai dr Agus Sudiro Waspodo SpPD, adalah letih, mual, muntah, urine warna gelap, warna kuning pada selaput mata, dan pembesaran hati yang kadang disertai nyeri.

Gejala hepatitis kronik maupun tes laboratorium menunjukkan hal yang sama dengan hepatitis akut. Untuk membedakan perlu dilakukan tes laboratorium spesifik terhadap antigen virus.

Pembicara lain dalam kursus adalah Prof dr LA Lesmana SpPD PhD, Prof dr Ali Sulaiman SpPD PhD, Prof dr Nurul Akbar SpPD, Prof dr Syaifoellah Noer SpPD, dr Rino A Gani SpPD, dan dr Irsan Hasan SpPD.(ATK)

Hati-Hati, Jangan Sembarang Mengkonsumsi Ginseng

Chicago - 07 Jun 00 10:15 WIB (Astaga.com)


Siapa yang tak kenal ginseng? Selama ini, akar 'ajaib' tersebut dipercaya bukan saja mujarab sebagai obat, pun berkhasiat untuk meningkatkan energi tubuh. Tapi, hasil temuan baru para peneliti dari University of Illinois, Chicago justru sebaliknya.

Kelompok peneliti yang dipimpin oleh Gail B. Mahady, PhD itu mengingatkan kepada para pemakai ginseng, khususnya yang ingin meningkatkan energi tubuh, agar waspada terhadap efek samping dari kebiasaan mengkonsumsi ginseng.

Pasalnya, kendati banyak yang menyebut di dalam ginseng itu terkandung komponen yang ampuh meningkatkan sistem kekebalan, namun bukan lantas baik bagi tubuh yang sehat.

Istilah ginseng itu sendiri menurut Mahady cs. dalam sebuah artikelnya yang dipublikasikan Nutrition in Clinical Care, sebenarnya sudah menjadi nama umum. Bahkan telah dipakai untuk lebih dari 30 jenis tumbuh-tumbuhan. Untuk itu, dalam penelitian ini, Mahady cs. hanya berkonsentrasi pada ginseng asal Korea dan Siberia saja.

Secara tradisional, ginseng Korea digunakan sebagai tonik atau perangsang kekebalan bagi orang-orang yang tengah menjalani proses penyembuhan dari sakit kronis. Kebiasaan tersebut pun berlaku di negeri Cina. "Jadi obat tradisonal ginseng itu tidak pernah diminum oleh mereka yang sehat," ungkap Mahady serius.

Hasil ujicoba klinis Mahady cs. terhadap beberapa pasien penderita bronkitis dan paru-paru, menunjukkan bahwa ginseng berfungsi meningkatkan komponen kekebalan dalam saluran pernafasan yang merupakan jalan utama menuju paru-paru. Bukti lainnya, ternyata ginseng ampuh pula meningkatkan aktivitas kekebalan dalam tubuh seorang penderita AIDS dan sindrom kelelahan kronis.

Sementara itu, bagi masyarakat Rusia yang masih percaya ramuan tradisional, umumnya meskipun sehat, mereka tetap mengkonsumsi ginseng Siberia untuk meningkatkan energi dan menghilangkan stres. Meskipun begitu, sama halnya dengan kasus ginseng Korea, ginseng yang satu ini pun menurut Mahady memberi dampak yang buruk.

Mengkonsumsi ginseng Korea dengan dosis tinggi--sekitar 15 gram per harinya-- bisa mengakibatkan tekanan darah tinggi, diare, dan sakit kepala. Menurut Mahady, dosis yang paling baik bagi mereka yang memang harus mengkonsumsi ginseng Korea tersebut adalah 0,5 hingga 2 gram per harinya.

Sementara itu, efek samping yang ditimbulkan oleh ginseng Siberia adalah tekanan darah tinggi, detak jantung yang tidak normal, serta rendahnya gula darah bagi pengidap diabetes.

"Jadi, bagi mereka yang sehat seharusnya justru tidak mengkonsumsi ginseng, karena memang tidak bermanfaat sama sekali. Lain halnya bagi mereka yang sakit kronis. Asal tidak mengidap diabetes dan tekanan darah tinggi, ginseng bisa menjadi obat yang mujarab," jelas mahady.

Profesor University's College of Pharmacy itu juga menganjurkan kepada masyarakat yang terbiasa mengkonsumsi suplemen, sebaiknya mempelajari dulu kadar kandungan ginsengnya, serta besar dosisnya.
(berbagai sumber/eno)